2008_12_02_10_42_57_imoty_pic_press_low

Diambil dari smartdrive.co.id

Melanjutkan posting sebelumnya “7 Finalis Indonesia Motorcycle of The Year 2008 (IMOTY)“, ada diskusi yang menarik dan sangat informatif sekali terhadap kriteria penjurian IMOTY 2008 . 

Pada pemilihan tahun 2006 lalu, dimana metode penilaian dilakukan dengan klasifikasi (tahun, model, teknologi, dll), bahkan aspek teknisnya demikian rinci, sehingga pemilihan “Motorcycle of The Year” (pemenang) ditentukan berdasarkan kategori/kelas.

honda-f11

Diambil dari blog beliau

Berbeda dengan IMOTY 2008, menurut penjelasan bro Nugroho Adi, Ketua Presidium Dewan Juri IMOTY-Forwot 2008 adalah (berikut kutipannya) :

Tujuh finalis itu dipilih dari sembilan (9) pabrikan/perakit sepeda motor di Indonesia, baik anggota AISI maupun non AISI. AISI = Honda, Yamaha, Suzuki, Kawasaki, Kymco, Kanzen. Non AISI = Bajaj, TVS, Minerva

Jumlahnya? 70 model!

Sistem kontes, kalo boleh dibilang begitu, adalah FREE FOR ALL! Jadi setiap orang bebas memilih sesuai 70 model motor yang beredar di Tanah Air.

Jadi ini memang tarung bebas. Jadi syah-syah saja Beat melawan Ninja 250. Metode ini memang kami adaptasi dari pemilihan serupa yang berlaku di Eropa dan Jepang. Tak ada kaitannya dengan data penjualan dan sebagainya.

Mengutip rilis resmi Forwot “…Cara penilaian Indonesia Motorcycle of The Year 2008 kami adopsi dari metode pemilihan serupa yang berlaku di Eropa dan Jepang. Metode penilaian seperti ini baru diaplikasi pertama kali di Indonesia,” kata Eri Haryoko, Ketua Umum FORWOT.”

Diambil dari "Friendster" beliau

Diambil dari "Friendster" beliau

Senada dengan bro Nugroho Adi, penjelasan bro Wisnu Guntoro Adi, Ketua Bidang Kegiatan FORWOT, Direktur dan Pemimpin Redaksi SmartDrive.co.id, terkait dengan metode pemilihan Motorcycle of The Year 2008 yang mengacu pada metode pemilihan di  Eropa dan Jepang, (berikut kutipannya) :

Sebenarnya, banyak perdebatan di internal juri ketika melakukan penilaian menggunakan struktur teknis.

Contoh pertanyaannya simpel. Ketika juri menilai, umpanya, masalah teknologi. Siapa yang pantas menang: Yang canggih dan modern atau yang serasi untuk kondisi umum? Nah, di sini saja sudah memunculkan kesan subyektif.

Satu hal lain, mengapa FORWOT tidak membuat berdasarkan kelas? Pertanyaan ini seharusnya juga disampikan pada juri Europen Car of The Year.

Yang namanya terbaik tentu hanya satu. Misalkan dibuat kelas Best Teknologi atau Best Value, atau Best Desain.

Tidakkah sang pemenang seharusnya memiliki sisi terbaik dari seluruh unsur tersebut? Kenapa pula ada Best Teknologi atau Best Value, atau Best Desain di samping Sang Juara?

Jadi….. memang pada tahun 2008, metode Sistem kontesnya adalah FREE FOR ALL ! maka tidak perlu diperdebatkan apabila 7 Finalis IMOTY 2008 dari kategori/kelas yang berbeda, karena memang pertimbangannya adalah tidak diklasifikasikan berdasarkan kategori/kelas, apalagi data penjualan, tetapi merupakan gabungan berdasarkan aspek Best Teknologi atau Best Value, atau Best Desain sebagaimana metode pemilihan di  Eropa dan Jepang.

Dari 7 finalis, hanya ada satu Sang Juara 2008, berdasarkan penilaian 17 Juri Inti.

Mari kita simak………. siapa jawaranya…?  😀

.

(F-005, 2008)

.

Artikel terkait :

  1. 7 Finalis Indonesia Motorctcle of The Year 2008 (IMOTY)
  2. Indonesia Motorcycle of The Year 2008 (JMS)