timbangan1Himbauan atau anjuran untuk menggunakan oli merk tertentu sebetulnya sah-sah saja, tetapi apabila anjuran tersebut “berubah” menjadi “kewajiban” untuk menggunakan merk tertentu dengan konsekwensi “garansi mesin hangus” apabila dilanggar, maka hal tersebut dapat dikatakan “Monopoli”.

Asal tahu saja, sejak terbitnya UU No. 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persingan Usaha Tidak Sehat (UU Anti Monopoli 1999), konsumen tidak bisa terus-terusan “dibodohi” bahwa oli merk tertentu adalah “wajib”, apalagi dikaitkan dengan “garansi”. Hentikanlah “pembodohan” tersebut, karena hal tersebut jelas-jelas bertentangan dengan UU Anti Monopoli 1999.

Di dalam Pasal 1 angka 1 UU Anti Monopoli 1999, monopoli di­definiskan :

Suatu penguasaan atas produksi dan/atau pe­masaran barang dan/atau atas penggunaan jasa ter­tentu oleh satu pelaku usaha atau satu kelompok pe­la­­ku usaha.

Dapat diartikan bahwa monopoli ada jika sa­­tu pelaku usaha atau satu kelompok pelaku usaha me­nguasai suatu produksi atau pemasaran barang atau penggunaan jasa tertentu. Dengan kata lain, mo­no­­poli ada jika hanya ada satu pelaku usaha yang mem­­produksi atau menjual suatu barang tertentu pada pa­sar yang bersangkutan.

Dalam bahasa sederhana (apabila dikaitkan dengan masa berlakunya ‘garansi’)…. begini : “monopoli” itu terjadi selama masa garansi”, 1 tahun, 2 tahun atau selama 3 tahun, atau apabila dilanggar,….. “garansi hangus”.

“Kan hak produsen mau kasih garansi berapa lama, hak produsen juga mau kasih garansi atau tidak !”

Tidak 100% betul…..! memang hak produsen mau kasih garansi berapa lama,…….. tapi ingat “Hak Konsumen” untuk mendapatkan garansi, dan kewajiban produsen untuk memberikan garansi minimal 1 tahun.

Nih buktinya,…… kalau kita sebagai konsumen dilindung, yaitu diatur dalam UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (UU Perlindungan Konsumen 1999). Pasal 25 ayat (1) :

Pelaku usaha yang memproduksi barang yang pemanfaatannya berkelanjutan dalam batas waktu sekurang-kurangnya 1 (satu) tahun wajib menyediakan suku cadang dan/atau fasilitas purna jual dan wajib memenuhi jaminan atau garansi sesuai dengan yang diperjanjikan.

Oleh karena itu, selama kita memakai oli sesuai spesifikasi teknis yang sesuai dengan mesin motor kita, sah-sah saja kita memakai oli merk lain.

Jadi……. “kewajiban” produsen untuk memberikan “garansi” minimal selama 1 tahun, kalo  produsen “janji” mau memberikan garansi selama 3 tahun, maka selama 3 tahun si produsen “terikat” janjinya sendiri.

Dari penjelasan di atas, apabila ada produsen yang mensyaratkan untuk memakai suatu merk oli tertentu selama masa garansi (sesuai yang dijanjikannya), maka produsen tersebut sudah melanggar UU Antimonopoli 1999. Sedangkan apabila produsen menolak memberikan ganti rugi/garansi terhadap barang/motor (yang mengalami cacat produksi) karena kita tidak memakai (merk) oli yang mereka (produsen) syaratkan, maka produsen tersebut sudah melanggar UU Perlindungan Konsumen 1999.

So……. “Jangan mau dibodohi lagi Brothers !”

.

(F-005, 2008)

.

Lampiran :

  1. UU No. 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persingan Usaha Tidak Sehat
  2. UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen

Artikel terkait : Oli Untuk Motor