Seorang bintang hiburan baru muncul di gelaran motoGP di Sirkuit Silverstone, Inggris.
Ada yang berbeda di gelaran motoGP Inggris tahun ini. Balapan Inggris yang biasa menggunakan Sirkuit Donington Park sejak tahun 1987 berganti tempat ke Sirkuit Silverstone karena bertukar tempat dengan ajang Formula 1. Sirkuit Silverstone dengan panjang 5.141 km sudah tentu jadi “barang” baru untuk sebagian besar rider motoGP, terkecuali buat rider-rider jebolan WSBK seperti Ben Spies salah satunya.

Pole position balapan Inggris ini diisi oleh pembalap Fiat Yamaha, Jorge Lorenzo yang tentu melesat begitu balap dimulai. Sempat diovertake oleh Dani Pedrosa, Jorge Lorenzo tetap memimpin sampai akhir laga dengan mencetak waktu 41’34.083. Namun pembalap Spanyol ini bukan lah pembalap yang menarik perhatian ogut saat tampil, karena dari awal hingga 20 putaran usai, Jorge terus memimpin dan membuat balapan nyaris tanpa hiburan.๐Ÿ˜€

Namun di penghujung laga, rider tim satelit Yamaha lah yang memberikan hiburan kepada setiap orang yang menyaksikan motoGP. Ben Spies, pembalap Amerika 25 tahun lalu ini mampu mengimbangi keganasan tenaga mesin Desmosedici pada motor Ducati yang digunakan oleh Nicky Hayden. Memulai balapan dari grid ke 7 dan sempat melorot ke posisi 9 membuatnya tidak patah semangat. Marco Melandri yang keluar balapan karena terjatuh, membuat Spies naik ke urutan 8 dan berada tepat di belakang Marco Simoncelli.

Di belakang Simoncelli lah hiburan dimulai. Terus membuntuti Simoncelli, Spies mendapatkan keuntungan karena mampu mengovertake Pedrosa. Setelah itu, Simoncelli berhasil di overtake dan sekarang berada tepat di belakang seniornya, Nicky Hayden. Sampai balapan tersisa 2 putaran lagi, Spies terus menempel Hayden dan keduanya mampu mengovertake dePuniet. Berada di urutan ke 4, membuat Spies makin berambisi untuk menyalip Hayden dan menduduki podium3. Sayangnya tenaga Ducati masih belum mampu disaingi oleh mesin Yamaha yang dikendarai oleh Spies. Tapi dewi fortuna masih memihak Spies, karena di lap terakhir Hayden terlalu melebar keluar dari tikungan sehingga Spies mampu menggeser posisi Hayden, dan keunggulannya dari Hayden mampu dipertahankan hingga akhir balapan.

Akhirnya Spies naik podium untuk pertama kalinya. Dengan “atraksi” yang Spies tunjukkan pada balapan Inggris ini, apakah bisa menggantikan posisi VR-46 diatas motor Fiat Yamaha yang saat ini sedang pemulihan dari cideranya?:mrgreen:

regards,
ogut