The Doctor

Rekan-rekan mungkin sudah banyak tahu rencana kepindahan Valentino Rossi “The Doctor” dari Yamaha ke Ducati.. well.. sebenernya sudah biasa di dunia bisnis olahraga. Namun ada hal unik dari perpisahan ini, Rossi.. a man who knows how to treat a “lady”..

Bersama Yamaha, Rossi menjuarai 9 dari 16 seri langsung membawanya juara pada tahun 2004.. sungguh suatu prestasi yang luar biasa, mengingat di tahun-tahun sebelumnya tim Yamaha hanyalah tim penggembira di seri GP500 hingga MotoGP…

6tahun sudah Rossi membela bendera Yamaha di gelaran MotoGP. Sejak bergabung pada tahun 2004, Rossi beserta tim (yang juga tim-nya saat membela Honda) langsung melakukan perbaikan pada YZR-M1 dan secara langsung pula memberikan pembuktian bahwa dia bukan pembalap yang dijagokan karena motor.. singkat-singkat kata… apapun motornya.. juaranya Valentino Rossi..

Semua boleh jadi karena faktor pembalap dan sebaliknya, di Yamaha juga potensi Rossi bisa berkembang. Untuk potensi balap udah ga diragukan, nah … ada satu lagi potensi Rossi yang bisa tersalurkan yaitu potensi untuk mengembangkan motor.

Yamaha bisa bikin Rossi jadi segalanya, jadi pembalap nomor 1 dan juga “pemimpin riset” Yamaha. Di Honda Rossi pernah di paksa pake knalpot yang keluaran terbaru walau sebenarnya dia ga suka… Rossi diberlakukan semacem dewa sehingga membuat Rossi sangat mencintai M1 dan sehingga skill, motor dan prestasi dilakukan Rossi dengan sepenuh hati…

Sampe-sampe saat menderita kekalahan Max Biagi yang membela Honda (ex Rossi tuh motor) sempet bilang “tidak mendapat dukungan penuh dari honda”.. padahal tahun sebelumnya saat Rossi di Honda dia juga yang bilang “Rossi mendapat motor yang terbaik”..hahaha..

Cukup sudah perjuangan Rossi membesarkan YZR-M1, kemana dia berpaling?? membaca situs Ducati, dapat diketahui mulai 2011 Rossi akan membela bendera Ducati.

Fiat Ducati..??

Klo boleh dilihat mata awam kaya saya, beuuuh perpaduan antara motor kenceng dan tekhnik balap yang oke dari seorang Rossi.. sulit ada tandingannya.. (dengan catatan Rossi mampu mengendalikan liarnya tenaga Ducati ini)

Ada satu hal unik yang sedikit menggambarkan bagaimana beratnya Rossi meninggalkan motor kesayangannya ini.. dia menulis surat layaknya surat perpisahan untuk seorang kekasih.. dan sedikit mengharukan membaca surat yang dilayangkan Rossi untuk M1-nya.. Mungkin Rossi adalah salah satu atau juga satu-satunya pembalap yang menganggap motornya bukan sekedar tunggangan saja..

Bravo Rossi…

Valentino Rossi : “Now the moment has come to look for new challenges; my work here at Yamaha is finished. Unfortunately even the most beautiful love stories finish, but they leave a lot of wonderful memories, like when my M1 and I kissed for the first time on the grass at Welkom, when she looked straight in my eyes and told me ...‘I love you!’”

Warm regards,

Fesoy