“Safety gear bagus uda pasti aman bawa motor” Gak jaminan buat selamat juga brader.:mrgreen: Safety gear digunakan cuma buat mengurangi cedera yang dihasilkan dari accident. Terus apa dong yang jadi penentu kita bakalan selamat sampe tujuan? Ogut coba jelasin deh cara paling manjur mengurangi kemungkinan terjadinya accident.

Seperti yg braders mungkin uda banyak tau, banyak yg jalan2 jauh udah dilengkapin sama safety gear jempolan, cuma masih ada aja yg accident dan berakibat cedera bagi ridernya. Sebenernya untuk masalah selamat dan gak selamat, memang ada di tangan Tuhan, tapi setidaknya kita bisa memperkecil kemungkinan tersebut. Gimana caranya? Balik lagi ke gimana kita bisa kontrol diri sendiri dan gimana kemampuan kita buat baca situasi, baik itu situasi lingkungan kita berkendara atau situasi pengendara lain disekitar kita.

Sesumbarnya, tanpa safety gear pun,–tidak dianjurkan, braders bisa minimalisir kemungkinan accident kalo udah bisa mengerti gimana cara kontrol diri dan baca situasi. Coba ogut jabarin yah.:mrgreen:

1. Kontrol diri (self control)

Maksudnya disini adalah braders mesti mengerti gaya berkendara braders itu gimana. Alon alon asal kelakon kah, sradak sruduk kaya ayam nyebrang atau mungkin kombinasi antara keduanya, yang pasti itu cuma braders sendiri yang milih dan mengerti. Gaya berkendara apapun yang braders pilih masih punya resiko dari faktor luar sebagai penyebab accident. Mau pilih yang defensive atau offensive riding, braders harus bisa baca situasi sekitar biar tetap aman,–penjelasannya di point 2.  Selain self control, faktor kontrol motor pun braders mesti mengerti. Gampangnya gini, motor yg braders pake harusnya uda sesuai dengan gaya berkendara braders, dan pastinya braders juga udah bisa nilai kemampuan remnya, power motornya, keadaan suspensinya dan traksi ban yang motor braders pake, karena keempat hal itu juga jadi faktor tambahan untuk mengurangi kemungkinan accident.

2. Baca situasi

Untuk poin ini, jadi faktor yang gak kalah penting kalo braders uda berhasil lolos dari self control.  Coba inget seberapa sering braders natap spion atau noleh kanan kiri hanya untuk memastikan kalo disekitar braders aman. Kedua perilaku itu jadi beberapa contoh gimana braders bisa baca situasi lingkungan braders. Yang paling susah dari poin 2 ini adalah gimana braders bisa memperkirakan perilaku yg pengendara lain akan lakukan. Karena siapa yg bakal tau kalo mobil/motor bakalan belok kalo dia gak pake sein, siapa yg bakal tau juga kalo motor/mobil bakalan berenti kalo lampu remnya gak nyala. Jadi kepekaan braders untuk baca perilaku pengendara lain mesti terus diasah seiring dengan instensitas braders berkendara.

Itu beberapa penjabaran singkat dari si ogut mengenai faktor yg menurut si ogut paling mempengaruhi kemungkinan terjadinya accident. Balik lagi ke pribadi braders dan gimana braders menilainya. Karena masih banyak yg sebetulnya sudah bisa mengerti 2 poin itu, tapi masih saja belum bisa kesampingkan ego atau arogansi pribadi dan rombongan. Intinya adalah, berkendara aman itu gak perlu pelan dan safety gear bukan patokan, tapi dengan mengerti 2 hal itu, bakalan bikin braders bijak dalam mengambil keputusan dijalan. Salah ambil keputusan, gak cuma braders, tapi pengendara lain pun mungkin celaka,–terlepas dari siapa yg salah.:mrgreen:

Regards,
ogut

*sumber gambar